Danau Tempe, Menikmati Keindahan Alam yang Sarat Sejarah

Avatar photo

D. Mendra

Danau Tempe di Wajo menawarkan pengalaman menikmati keindahan alam yang sarat sejarah, menjadi destinasi yang memikat para pengunjung dengan pesona alam.

Terletak di Sulawesi Selatan, Danau Tempe merupakan salah satu danau terluas di daerah tersebut. Dikelilingi oleh Kabupaten Wajo, Sidenreng Rappang, dan Soppeng, secara geografis danau ini berada di Kecamatan Tempe di bagian barat Kabupaten Wajo, menjadikannya salah satu daya tarik utama bagi para pelancong di Wajo.

Dalam sejarah geologi, Danau Tempe dikenal sebagai salah satu danau tertua di Indonesia, mendapatkan julukan sebagai danau “purba” karena proses pembentukannya yang berlangsung selama jutaan tahun.

Menurut Prof Adi Maulana, seorang ahli geologi dari Universitas Hasanuddin, sebelum menjadi danau seperti sekarang, kawasan ini sebenarnya adalah cekungan mirip sungai raksasa yang mengalir melintasi Sulawesi Selatan.

Lebih lanjut, Prof Adi menerangkan bahwa cekungan ini mulai bertransformasi sekitar 20.000 hingga 10.000 tahun lalu, di akhir periode es, ketika permukaan air laut naik dan mengubah cekungan tersebut menjadi sebuah kawasan perairan. “Perubahan ini terkait erat dengan pencairan es di akhir zaman es,” ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, aktivitas tektonik mengangkat sebagian kawasan perairan itu, memisahkannya dari Samudera Pasifik dan menjadikannya sebuah danau terisolasi.

“Proses geologi menyebabkan beberapa daerah di sekitarnya meninggi dan terputus dari Selat Makassar serta Teluk Bone.Akibatnya, air yang terperangkap di dalamnya membentuk Danau Tempe seperti yang kita kenal sekarang,” tambah Prof Adi.

Sebuah jurnal dari Universitas Hasanuddin mencatat bahwa kenaikan daerah sekitar Danau Tempe terjadi pada era Alluvium atau Holosen Awal, yaitu sekitar 10.000-6.000 tahun Sebelum Masehi.

Pada periode tersebut, adanya gerakan lempeng tektonik dan tabrakan antara Lempeng Australia dengan Lempeng Eurasia memicu perubahan topografi daerah sekitar danau.

Baca Juga:  7 Destinasi Alam Semarang yang Memukau dan Mengagumkan

Transformasi Geologis Danau Tempe

Transformasi Geologis Danau Tempe
Foto: Google Maps/Albertus Sunardi

Dari berbagai proses geologis, Danau Tempe Purba mengalami perubahan signifikan menjadi tiga zona perairan: Danau Buaya, Danau Sidenreng, dan yang terakhir, Danau Tempe. Perubahan ini terjadi akibat aktivitas alam yang tak henti-hentinya mempengaruhi struktur dan bentuk Danau Tempe Purba.

Profil Geologi Danau Tempe

Danau Tempe dikenal sebagai salah satu danau terbesar di Sulawesi Selatan dengan luas mencapai 47.800 hektar. Menurut jurnal yang telah disebutkan sebelumnya, Danau Tempe dikategorikan sebagai danau tektonik di Indonesia. Secara geologis, danau ini berada di persimpangan antara lempengan Benua Australia dan Asia.

Dikelilingi oleh rangkaian gunung sebagai hasil tumbukan antara lempengan Australia dan Eurasia, Danau Tempe menjadi titik pertemuan bagi 13 sungai dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan sekitarnya.

Ini menjadikan debit air di danau sangat bergantung pada aliran sungai yang mengalir ke dalamnya, menjadikannya tipe danau yang cenderung banjiran.

Pada kondisi standar, luas Danau Tempe sekitar 15.000-20.000 hektar. Namun, saat musim kemarau dengan kedalaman air hanya sekitar 1 meter, luasnya menyusut menjadi hanya sekitar 1.000 hektar. Sementara pada saat banjir besar, luas danau bisa melebar hingga 48.000 hektar.

Pendangkalan menjadi masalah serius bagi Danau Tempe saat ini. Banyak bagian dari danau yang sebelumnya berfungsi penuh kini telah berubah menjadi daratan.

Berdasarkan analisis citra satelit Landsat multitemporal dari tahun 1981, 1989, 2000, dan 2015 yang diambil pada musim hujan, serta survei lapangan tahun 2025, diketahui luas permukaan Danau Tempe menurun selama dua dekade terakhir.

Secara spesifik, selama periode tersebut, perubahan permukaan danau mencapai lebih dari 15 hektar. Tanpa upaya konservasi yang serius, dikhawatirkan permukaan Danau Tempe akan terus menyusut.

Baca Juga:  16 Destinasi Menarik di Kabupaten Wajo yang Tak Boleh Terlewat

Berdasarkan studi tertentu, laju penurunan mencapai 1,48 kilometer persegi setiap tahunnya. Dengan laju ini, diperkirakan pada musim kemarau tahun 2093, Danau Tempe mungkin saja lenyap sepenuhnya.

Share

Tags

Rekomendasi

Leave a Comment