16 Destinasi Menarik di Kabupaten Wajo yang Tak Boleh Terlewat

Avatar photo

D. Mendra

Destinasi menarik di Kabupaten Wajo menghadirkan keindahan alam yang memukau, warisan budaya yang kaya, dan pengalaman wisata unik, menjadi perjalanan yang tak boleh dilewatkan.

Sedang menjelajah Kabupaten Wajo dan bingung hendak ke mana? Jangan khawatir! Wajo, yang terletak di Sulawesi Selatan, menawarkan banyak pilihan wisata yang menarik. Dikenal sebagai “Bumi Lammaddukeng” dan surganya sutera Bugis, Wajo tak hanya menawarkan tekstil berkualitas, tetapi juga sejumlah atraksi wisata yang mempesona.

Yuk, simak rekomendasi 17 destinasi wisata di Wajo yang siap menyenangkan liburan Anda!

Wisata Unggulan di Kabupaten Wajo

1. Danau Tempe

Transformasi Geologis Danau Tempe
Foto: Google Maps/Albertus Sunardi

Sebagai salah satu andalan Wajo, Danau Tempe menyajikan panorama alam yang memukau. Pengunjung dapat menyewa perahu untuk menikmati pemandangan danau dari dekat.

Terletak di Desa Salotengnga, Kecamatan Sabbangparu, danau ini memiliki luas mencapai 350 km^2 dengan kedalaman maksimal 5 meter. Jika Anda datang dari luar kota, ada penginapan yang siap menampung.

2. Bukit Kalola

Terletak di Desa Sogi, Kecamatan Maniangpajo, Bukit Kalola menjanjikan panorama bukit hijau dan danau mempesona di kaki bukitnya. Dengan tiket masuk hanya Rp.10.000, Anda sudah bisa menikmati keindahannya.

3. Air Terjun Sumpang Puli

Salah satu permata tersembunyi di Wajo, air terjun ini berlokasi di Desa Awo, Kecamatan Keera. Dengan tiket masuk Rp 10.000, nikmatilah keasriannya yang masih alami dan jarang tersentuh.

4. Situs Tosora

Sebagai saksi sejarah kerajaan Wajo, Situs Tosora menyimpan jejak-jejak budaya, termasuk reruntuhan bangunan bersejarah. Namun, beberapa peninggalan telah rusak karena alam atau ulah manusia. Lokasinya di Desa Tosora, Kecamatan Majauleng.

5. Rumah Adat Atakkae

Ingin mengenal budaya Wajo lebih dekat? Kunjungi kawasan rumah adat Atakkae di kelurahan Attakkae, kecamatan Tempe. Berdiri sejak 1990-an, kawasan ini memiliki beragam rumah adat, termasuk Rumah Adat Saoraja Tenri Bali dengan 1001 tiang yang setiap tiangnya memiliki berat 2 ton. Tempat ini juga menjadi favorit bagi para fotografer.

Baca Juga:  Situ Cipanten, Danau Dua Warna dengan Berbagai Spot Foto Instagenik di Majalengka

6. Museum Saoraja Mallangga

Museum Saoraja Mallangga
Foto: Google Maps/Tarmuji Muzi

Berdasarkan informasi dari digitaldesa.id, Museum Saoraja Mallangga didirikan pada tahun 1990 dengan persetujuan dari ahli waris dan pemilik gedung tersebut. Sebelumnya, museum ini lebih populer dengan nama Museum Sengkang, yang diresmikan pada 1933.

Saoraja Mallangga berarti “istana bertingkat”. Dahulu, gedung ini menjadi kediaman raja dan
pusat pemerintahan Wajo.

Di dalamnya, pengunjung akan menemukan berbagai koleksi dari era Kerajaan Wajo, seperti naskah kuno, etnografi, keramik, foto, historika, serta benda-benda pusaka dari Raja Mallangga. Untuk pencinta sejarah, museum ini wajib dikunjungi. Jam kunjung adalah Senin-Jumat, dan tutup saat akhir pekan.

7. Perkampungan Sutera Pakkana

Wajo dikenal sebagai pusat penghasil sutera dengan banyak pengrajin di daerah tersebut, salah satunya adalah di Perkampungan Sutera Pakkana. Disini, pengunjung dapat menyaksikan proses budidaya merubei dan ulat sutera, serta pembuatan benang dari kepompong. Terletak di Desa Pakkana, pengunjung juga dapat membeli kain sutera dengan berbagai rentang harga.

8. Masjid Darussalam Belawa

Masjid Darussalam Belawa merupakan salah satu ikon Wajo dengan arsitektur yang megah meskipun didirikan pada 1947. Masjid ini terus terawat dengan baik dan selalu ramai dikunjungi. Bagi yang ingin menambah wawasan sekaligus beribadah, masjid ini adalah tempat yang tepat. Terletak di Jalan Masjid Menge Belawa.

9. Kolam Renang Kalola

Kolam Renang Kalola, yang terletak di Desa Kalola tengah hutan, menjadi favorit masyarakat setempat. Lokasinya 35 km dari Kota Sengkang. Dengan suasana yang alami, tempat ini sangat cocok untuk keluarga. Tarif masuknya bervariasi antara hari biasa dan akhir pekan.

10. Gelora Permata Hijau Waetuwo

Terletak di Waetuwo, Gelora Permata Hijau Waetuwo adalah destinasi rekreasi baru yang menawarkan berbagai fasilitas seperti area makan, wifi, tempat parkir, dan aktivitas luar ruangan. Harga
tiketnya disesuaikan untuk dewasa dan anak-anak.

Baca Juga:  Desa Potato Head Bali, Taman Rekereasi Air & Sarana Edukasi Favorit

11. Allangkanangnge

Allangkanangnge di Latanete, Wajo, merupakan pusat Kerajaan Bugis kuno dari abad 13-17 M. Situs ini kaya dengan temuan arkeologi, termasuk fragmen gerabah dan keramik. Menurut sejarah, tempat ini pernah menjadi istana We Cudai dan pusat Kerajaan Cina sebelum namanya berubah menjadi Pammana. Tempat ini sangat menarik bagi para peneliti dan pecinta arkeologi.

12. Makam Puang Massora

Berdiri selama ratusan tahun, Makam Puang Massora tetap ramai dikunjungi. Legenda setempat mengatakan makam tersebut menaungi seorang raja, yang oleh masyarakat disebut Puang Massora, sang raja dari Tosora. Tempat ini dianggap keramat oleh masyarakat lokal. Terletak di Sogi, Kecamatan Maniang Pajo, Kabupaten Wajo, tempat ini ideal bagi Anda yang suka berpetualang di tempat bersejarah.

13. Situs Geddonge

Situs Geddonge
Foto: Google Maps/Sempugita

Situs ini menjadi saksi bisu berbagai peninggalan purbakala. Didirikan pada era kepemimpinan Arung Matoa La Salewangeng di tahun 1818, situs ini menyimpan beragam benda antik. Untuk para penikmat sejarah, Situs Geddonge di Tellulimpoe, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo pasti menarik untuk dikunjungi.

14. Masjid Agung Ummul Qura

Masjid yang berlokasi tepat di sisi Lapangan Merdeka Sengkang ini selalu ramai dikunjungi, tak hanya saat bulan Ramadan. Terletak di Jalan Mesjid Raya, Sengkang, masjid ini menawarkan suasana religi yang mendalam dan bisa menjadi alternatif selain Masjid Darussalam Belawa.

15. Makam Pahlawan Nasional La Maddukulleng

Terletak di Siengkang, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, makam ini menjadi peristirahatan terakhir bagi salah satu Pahlawan Nasional Sulawesi Selatan, yaitu La Maddukkelleng. Kunjungan ke sini bisa menjadi bentuk penghormatan pada pahlawan yang telah berjuang untuk Indonesia.

16. Budidaya Murbei dan Ulat Sutera Wajo

Saat berada di “Kota Sutera”, rasanya kurang lengkap tanpa menyaksikan proses budidaya ulat sutera. Anda dapat mengamati dari awal pemeliharaan ulat sutera hingga proses penenunan kain sutera. Selain itu, Anda juga bisa mengunjungi budidaya tanaman favorit ulat sutera, yaitu murbei, yang berada di Desa Pakkanna, Kecamatan Tanasitolo.

Baca Juga:  Curug Gongseng, Air Terjun di Kuningan dengan Bergama Spot Foto Instagrammable

Demikianlah rekomendasi beberapa destinasi di Wajo yang bisa Anda jelajahi. Semoga informasi ini bermanfaat!

Share

Tags

Rekomendasi

Leave a Comment